Kamis, 31 Maret 2016

Izin Bisnis Paket Wisata

Izin Bisnis Paket Wisata
Izin Bisnis Paket Wisata

Ketua Association of the Indonesian Tours dan Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Hefni AS menyampaikan kala ini tidak sedikit pihaknya mengusahakan jualpaket wisata di propinsi ini. hal itu positif, menurut dirinyadikarenakan menciptakan keparisiwataan bergairah. Tetapi beliau menegaskan, bukan berarti pihak-pihak tersebut mesti mengabaikan perihal legalitas. 

Dijelaskan beliau, perusahaan tbahwa yg mempunyai wewenang jual paket wisata yakni perusahaan berlabel tour dan travel atau biro perjalanan wisata. “Untukmenjadi biro perjalanan wisata mesti mempunyai Izin Masihlah Business Pariwisata (ITUP) & Biro Perjalana Wisata (BPW) dari Lembaga Pariwisata setempat. Tidak Cumaitu serta mesti mendaftar jadi anggota Asita ,” ungkap beliau

Menurut ia, travel agen yg jual ticket pesawat belum diperbolehkan menciptakan paket wisata sendiri. Mereka boleh jual paket wisata, namun yg dipasarkan yaknipaket wisata milik biro perjalanan wisata resmi. “Nah untungnya dari bagi hasil atau pemberian fee dari yg miliki product paket wisata. Di Kalbar sendiri, ada beberapa ratus atau ribuan bisa jadi travel agent yg jual karcis pesawat atau bus, namun yg berstatus biro perjalanan wisata cuma puluhan saja,” tutur Hefni. 

Ia serta menyinggung Perum Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) Kalbar yg berekspansi mengadakan paket-paket wisata buat dipasarkan pada konsumennya. Jelasnya Damri tak sanggup demikian saja menciptakan lini usaha paket wisata tersebut karena ada proses perizinan bagi perusahaan yg maumenciptakan paket wisata komersial. 

“Damri yakni perusahaan transportasi. Benar-benar perusahaan ini miliki tidak sedikit bus pariwisata buat disewakan. Biro perjalanan wisata anggota Asita tidak sedikityg menyewanya. Tapi kor-bisnisnya masih perusahaan transportasi, bukan perusahaan biro perjalanan wisata. Pasti ada aturan yg mesti diikuti buat terjun ke biro perjalanan wisata,” ucapnya. 

Dirinya meminta Damri utk konsentrasi terhadap penyewaan bus wisata saja. Mampu saja Damri serta ikut mengelola perjalanan penyewa bersama sediakan pemandu wisata, tetapi buat penjualan paket wisata tak diperbolehkan. “Kalau ingin ke biro perjalanan wisata mesti miliki izin. Apakah Damri telah mengurusnya, aku tak tahu,”menurutnya. General Manager Damri Kalbar Sugeng BP sendiri menyebutkan paket-paket wisata Damri belum terlampaui gede dikarenakan belum gencar berpromosi. Pihaknya tetap konsentrasi terhadap penyewaan bus-bus wisata Damri saja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar